Islam Tetap Satu Kita Yang Berbeda

Rp75.000

Only 3 item(s) left in stock.
+
  •  Tanya Kami

    Islam Tetap Satu Kita Yang Berbeda

    Rp75.000

    Tanya Kami

      ... Orang melihat ini sekarang

      Share
    Keamanan Transaksi TerjaminTrust

    Judul : Islam Tetap Satu Kita Yang Berbeda

    Penulis : Tri Gatra Iskandar

    Sinopsis Buku :

    Perbedaan cara beragama di tengah umat islam bukanlah sesuatu yang harus dianggap tabu.  Karena Allah tidak pernah berjanji bahwa manusia akan selalu berada dalam satu persepsi yang sama. Allah mengatakan “jika kamu berlainan pendapat (QS.An Nisa: 59)” dan dalam ayat yang lain “Jika Allah kehendaki, niscaya kamu jadikan satu umat” (QS. Hud 118) .

     

    Sehingga tidak mungkin akan ditemukan persamaan perspektif dan passion beragama. Hal ini terbukti dengan banyaknya di tengah umat perbedaan cara beragama.

    Yasinan, tahlilan, penggunaan alat musik, mencari berkah pada ulama, perayaan haul orang yang sudah meninggal adalah beberapa contoh tradisi yang diantara umat islam menjadi peselisihan. Dalam ibadah lebih banyak lagi, batal tidaknya wudhu menyentuh bukan mahram, isbal bagi laki-laki, cara mengusap kepala ketika berwudhu dan lain sebagainya.

     

    Perbedaan tidak selamanya harus menjadi bahan permusuhan. Akan tetapi sebaliknya kalau kita pandang ke belakang begitu banyak perselisihan yang terjadi dikarenakan pendapat kemudian redam ketika para ulama menahan diri. Dulu, kita memiliki dua orang tokoh bangsa yang mendirikan organisasi keagamaan. Organisasi dua tokoh ini menjadi organisasi terbesar di Indonesia. Dua tokoh bangsa ini ialah KH. Ahmad Dahlan, ulama dan tokoh bangsa pendiri Muhammadiyyah dan KH. Hasyim Asyari, sebagai ulama dan tokoh bangsa pendiri Nahdatul Ulama atau disingkat NU. Kedua tokoh bangsa sekaligus ulama kita ini ternyata memiliki guru yang sama, yaitu Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, ulama asal Minangkabau.

    Dua ulama yang memiliki guru yang sama, akan tetapi beda pemahaman dalam manhaj atau passion beragama. Ketika ulama-ulama yang berbeda passion beragama bersatu, hadirlah revolusi jihad di Surabaya, hadirlah amanat jihad muhammadiyah dari pengurus besar Muhammadiyah. Selain itu banyak lagi tokoh-tokoh ulama lainnya yang berjihad dari kampung ke kampung, menyebarkan dakwah dan melawan para penjajah. Ulama-ulama kita dulu  tidak mau menghabiskan energi hanya dengan karena menyoalkan perbedaan di antara mereka. Sikap yang mempersatukan perbedaan itu menghasilkan buahnya, buah itu bernama “kemerdekaan”.

     

    Perbedaan-perbedaan di antara ulama tidak lain disebabkan karena perbedaan memahami Al Quran dan Sunnah itu sendiri. Maka untuk mengenal lebih jauh tentang perbedaan dan cara menyikapi perbedaan, Buku Islam Tetap Satu, Kita yang Berbeda akan menyajikan hal-hal berkaitan tentang cara beragama di Indonesia, sebab-sebab perbedaan diantara umat islam dan cara meyikapi perbedaan itu.

    Based on 0 reviews

    0.00 Overall
    0%
    0%
    0%
    0%
    0%
    Be the first to review “Islam Tetap Satu Kita Yang Berbeda”

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Close Keranjangku
    Close Daftar Keinginan
    Recently Viewed Close
    Close

    Close
    Navigation
    Kategori