Monograf: Pengembangan Pembelajaran Berbasis Visual Culture

Rp85.000

Only 3 item(s) left in stock.
+
  •  Tanya Kami

    Monograf: Pengembangan Pembelajaran Berbasis Visual Culture

    Rp85.000

    Tanya Kami

      ... Orang melihat ini sekarang

      Share
    Keamanan Transaksi TerjaminTrust

    Judul : Monograf: Pengembangan Pembelajaran Berbasis Visual Culture

    Penulis : Mohamad Helmi Ismail, Nurul Hidayah, Ririn Despiriliani

    Sinopsis Buku :

    Digitalisasi global dijaman sekarang membuat semua orang terpapar akan gelombang materialisme yang berkembang berdasarkan trend global yang kemudian dianut dalam rangkaian produksi spektakulasi yang mengarah pada kegilaan yang makin kompleks dan masal. Salah satu contoh peristiwa perayaan spektakulasi yang dimaksud biasa didapatkan dalam keasyikan kita dalam menonton dan menirukan ragam tayangan televisi yang salah satu bentuknya adalah tayangan iklan. Yang (2023) menyebutkan bahwa kebiasaan perilaku kasar terhadap perempuan merupakan hasil dari kerangka berfikir yang terbangun karena begitu banyak iklan di media masa yang melazimkan kekerasan dan dominasi terhadap perempuan. Ragam kode dan pesan visual dalam iklan tersebut kemudian banyak digunakan masyarakat untuk merayakan spektakulasi trend jaman sekarang yang dengan itu pula kita mendefinisikan bagaimanakah suatu kecantikan, kepintaran, kekayaan, dan popularitas ditetapkan.

    Ragam bentuk perayaan spektakulasi yang kemudian menjadikan suatu rangkaian produksi spectacle akan memberikan referensi terhadap anak tentang ragam perilaku yang merayakan stereotype budaya, materialistik, nihilistic, dan perilaku kreatif yang tidak sehat. Dan yang lebih pentingnya, Guru tidak memiliki referensi model yang dapat diandalkan untuk untuk memberikan landasan budaya yang baik dalam suatu pembelajaran yang student-centered, yang memungkinkan pemupukan nilai-nilai baik dalam kreativitas anak.

    Ragam permasalahan yang disebutkan biasanya tidak lepas dari tindakan guru yang umumnya kurang memperdulikan ragam kajian detail dalam pendidikan seni rupa yang menyebabkan integrasi yang muncul menjadi kurang relevan. Dalam aspek seni rupa, pengembangan motorik halus yang dilakukanpun biasanya tidak memperhatikan untuk apa anak mengaktifkan keterampilan tersebut.

    Diperlukan perubahan yang mendasar dari pembelajaran yang dilakukan guru bukan sebatas integrasi seni rupa kedalam pembelajaran di TK tapi juga untuk membangun landasan budaya yang dapat mendukung kesiapan anak dalam menghadapi masa depan mereka. Proses pembelajaran yang dilakukanpun harus dapat mendorong anak untuk mengekspresikan pemikirannya, melakukan proses pertukaran budaya, membangun pemahamannya dengan pertukaran simbolisasi visual dan menyentuh isu yang berkaitan dengan kondisi sosial dan kultural mereka.

    Berdasarkan ragam hal yang telah disebutkan, monograf yang disajikan dimaksudkan untuk membahas ragam permasalahan yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan kreativitas dan keterampilan simbolisasi visual yang menjadi inti penting dalam pembelajaran berbasis seni rupa. Selain itu, ragam praktek pembelajaran berbasis seni rupa yang dilakukan oleh guru juga perlu untuk dikaji untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkembangan anak seperti yang telah disebutkan. Kedua hal tadi kemudian mengerucut pada keputusan pentingnya upaya pengembangan pembelajaran berbasis visual culture beserta relevansinya dalam lingkup pendidikan di TK yang terbukti melalui proses eksperimen.

    Based on 0 reviews

    0.00 Overall
    0%
    0%
    0%
    0%
    0%
    Be the first to review “Monograf: Pengembangan Pembelajaran Berbasis Visual Culture”

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Kategori:
    Close Keranjangku
    Close Daftar Keinginan
    Recently Viewed Close
    Close

    Close
    Navigation
    Kategori