Judul: Nama Yang Tak Pulang
Penulis: Ajeng Mei Dini Damayanti
Sinopsis:
Nama yang Tak Pulang adalah sebuah kritik sastra yang meninjau ulang tiga novel karya Marah Rusli, yaitu Siti Nurbaya,Memang Jodoh, dan La Hami menggunakan dua pisau berupa etnokritik Krupat dan dekonstruksi Derrida. Istilah Nama dalam buku ini tidak sekadar menunjukkan penanda identitas tokoh, tetapi bentuk metafora atas kehormatan, budaya, kekuasaa, dan adat yang membentuk individu dalam ikatan adat dan modernitas. Ditambah dengan “Tak Pulang” mencerminkan keterasingan eksistensial pada para tokoh yang kehilangan pijakan dalam tradisi dan gagal membaur sepenuhnya dengan modernitas.
Pembacaan kritis buku ini dapat mengungkapkan makna terselubung yang direpresentasikan nama sebagai medan tarik-menarik antara takdir dan taktik budaya serta keinginan individu dengan struktur sosial. Dari Siti Nurbaya yang menjadi korban sistem perjodohan, para tokoh Memang Jodoh bernegosiasi dengan zaman, dan La Hami yang mencari jati diri hingga memeroleg gerlar kehormatan. Oleh sebab itu, Nama yang Tak Pulang juga mengajak untuk menilik kembali sastra dalam membongkar realitas budaya.

















Reviews
There are no reviews yet.