Ubi Jalar Lembah Baliem ‘1 Sehat 1 Sempurna’: Historis Fitokimia Dan Manfaat Bagi Kesehatan Menuju Kedaulatan Pangan Rakyat
Rp85.000
Judul : Ubi Jalar Lembah Baliem ‘1 Sehat 1 Sempurna’: Historis Fitokimia Dan Manfaat Bagi Kesehatan Menuju Kedaulatan Pangan Rakyat
Penulis : Benyamin Lagowan
Sinopsis Buku :
MANFAAT ubi jalar (sweet potatoes) dalam sejarah kehidupan rakyat Papua amat besar. Ubi jalar atau Ipomoa batatas L. sudah sejak dahulu dimanfaatkan dan diposisikan sebagai makanan pokok utama oleh sebagian besar masyarakat Pegunungan Tengah dan Papua pada umumnya. Tetapi kini posisi ubi jalar tersebut mulai perlahan-lahan tergeser karena banyak faktor. Salah satunya adalah terciptanya pola konsumsi masyarakat yang tinggi atas nasi (suatu jenis makanan introduksi dari luar) yang secara tidak langsung telah mereduksi manfaat dan posisi ubi tersebut. Sementara mayoritas orang Papua belum ‘terbiasa’, mengetahui tata cara dan keterampilan bersawah hingga memproduksi beras dalam skala besar secara modern. Memang tidak dapat disangkal bahwa proses nasionalisasi beras yang digencarkan pemerintah sejak orde baru telah turut berperan memicu kemunduran bahkan mematikan budaya masyarakat Papua dalam bercocok tanam, berkebun, meramu dll. Hal itu nampak dari banyaknya kebun garapan masyarakat kini tidak lagi dikelola dan ditanam karena selain telah dialihfungsikan, mereka mulai hidup dengan bergantung pada nasi, roti, biskuit, supermi, kopi-gula dan makanan instan lainnya-yang sebenarnya belum bisa mereka produksi sendiri.
Kami percaya bahwa tidak ada yang mustahil atau kebetulan bagi Tuhan menciptakan dunia ini beserta segala isinya, melainkan semua yang dikasih oleh-Nya pasti dengan suatu pertimbangan dan rancangan yang matang. Dan oleh sebab itu, maka sudah semestinya kita berbangga karena sesungguhnya nilai gizi ubi jalar telah terbukti lebih unggul daripada nasi dll. Ini hal ikhwal mengapa kami berkesimpulan bahwa nutrisi ubi jalar sudah mendekati syarat makanan “1 Sehat 1 Sempurna” dengan komposisi gizi yang seimbang sehingga kita tidak perlu bersusah payah melengkapi standar “4 sehat 5 sempurna” sebagaimana yang selama ini dikampanyekan oleh berbagai pihak.

















Reviews
There are no reviews yet.